Login Form
|
|
|
Page 1 of 7 Diabetes dan Stroke IskemikProf. Dr. Gunawan Budiarto, SpS(K)PendahuluanBila dilihat dari daftar risiko untuk stroke, diabetes menempati urutan ke 2, dibawah hipertensi yang men- duduki peringkat pertama. Dengan makin banyaknya orang diseluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang menderita diabetes, sudah pasti angka kejadian untuk stroke juga akan makin bertambah. Pasien stroke yang disertai peningkatan kadar glukosa darah, apapun se- babnya, berpeluang lebih besar untuk mengalami per- burukan dari stroke-nya dibandingkan dengan pasien stroke tanpa hiperglikemia.
Perlekatan platelet serta thrombosis pada dinding arteri yang mengalami kerusakan juga selalu terjadi pada awal dari perkembangan suatu artherosclerosis pada manusia maupun binatang. Setelah menempel terjadi aktivasi platelet dengan pelepasan granules yang terisi cytokines dan growth factors. Semua ini bersama dengan trombin ikut mendorong migrasi dan proliferasi sel otot halus dan monocytes. Aktivasi platelets menyebabkan terbentuknya asam arachidonik bebas yang bisa berobah menjadi prostaglandin seperti thromboxane A2, suatu zat penyebab vasokonstriksi dan agregasi platelet yang paling kuat. Prostaglandin juga bisa melahirkan leukotrienes yang bisa memperkuat respons inflamatorik. Pecahnya plaque yang terbentuk adalah komplikasi utama dari suatu lesi trombotik yang telah "matang".(Gambar 3) Kejadian ini mengakibatkan sindroma koroner atau stroke, tergantung pada arteri mana yang terkena. Disintegrins, atau yang juga dikenal sebagai matrix metalloproteinase, ikut berperan pada proses terjadinya disintegrasi plaque. Termasuk dalam kelompok ini misalnya yang dikenal dengan nama collagenases, elastases, stromelysins, dsb. |


